Motivasi-jiwa.blogspot.com,
Seringkali di saat Pemilu/pilkada kita melihat profil calon pemimpin kita, nah sebenarnya apa saja yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin yang ideal ?
Berikut Karakteristik Pemimpin yang seharusnya dimiliki agar mampu menjalankan tugas organisasi dengan efektif dan efisien :
1. KEJUJURAN
Ini menjadi point penting bagi seorang pemimpin, membangun kepercayaan bawahan dengan sikap jujur dan teladan merupakan hal pertama kali yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.
Karakter ini menjadi ibarat gelas bagi air yang isa berupa kompetensi, potensi, dan kemampuan leadership lainnya.
2. VISI
Seorang pemimpin harus memiliki Visi jauh ke depan, artinya memiliki pandangan dan target terprogram dan rencana matang.
Pemimpin tanpa visi yang jelas seperti mobil tanpa arah, bisa saja mobil tersebut bukan meluncur di jalan tetapi masuk ke jurang yang akan mencelakakan seluruh penumpangnya
3. INSPIRATOR.
Seorang Pemimpin harus memiliki karakteristik sebagai seorang inspirator, mampu menginspirasi semua orang sehingga roda organisasi mampu berjalan efektif dan efisien.
4. KOMPETENSI
Serahkan pada ahlinya, jika tidak tunggu saja kekacauannya. Kompetensi menjadi karakteristik wajib seorang pemimpin, tanpa kompetensi sulit bagi seorang pemimpin untuk mampu menggerakkan roda organisasi.
KATA BIJAK HARI INI...
Anonim
-----------------------------------------------------------------------
Motivasi-jiwa.blogspot.com,
Ketika kita membutuhkan informasi, kita segera mencari di internet dan terkadang menemukan apa yang kita cari , baik informasi, tutorial atau tip yang bermanfaat.
Kata-kata/tulisan yang menggugah hatipun terkadang mampu mengobati kondisi jiwa kita.
Nah pertanyaannya apakah kita sudah menyatakan bentuk terima kasih kita?
Saya pribadi, jika menemukan ada website, blog atau postingan yang bermanfaat saya melakukan beberapa hal sebagai tanda terima kasih saya...
1. Membagikan link tersebut ke teman, saudara atau orang lain...
2. Mencoba mencari apakah di halaman web/blog tersebut ada iklan? jika ada sesekali saya akan mencoba mengklik iklan tersebut.
3. JIka ingin mengcopy untuk dibagikan atau dimuat ulang, buatlah link nara sumber ( mohon maaf jika ada artikel di motivasi-jiwa.blogspot.com ini ada yg tidak ada link, biasanya artikel itu ditemukan di beberapa tempat seperti hardisk atau milis yang tidak menyebutkan sumbernya )..jadi jika ada yang merasa artikelnya dipakai silahkan komplain di comment.
Nah jika anda melihat ada support area, coba saja klik, jika anda benar-benar mendapatkan manfaat tidak ada salahnya memberikan support misalkan mentransfer uang, paypal atau hal lain yang diminta si pemilik web....
Selamat bersurfing ria!!!
Motivasi-jiwa.blogspot.com,
Hmm Idul Adha Tiba, hiruk pikuk berita naik haji di media penuh cerita..
Ada yang tidak kebagian kuota, ada yang tidak jadi berangkat...
Sebenarnya, seandainya, kita semua mau meneladani Rasulullah, cukuplah haji sekali saja..
Mungkin benar yang dikatakan ulama, jangan-jangan bukan syariat yang dikejar, tetapi "Wisata Ruhiyah" saja yang ingin dicapai.
sekedar mengiisi kekosongan jiwa, kerinduan sesungguhnya seharusnya berwujud kepada hal yang lebih dicintai ALLAH...
Alangkah indahnya, sekiranya ongkos naik haji kedua, ketiga dst.. itu diberikan kepada tetangga yang terlilit hutang, kepada sanak yang susah makan, kepada anak yatim yang terputus sekolah karena sekolah jadi ajang bisnis sedangkan ia hanya punya uang yang cukup untuk menambah jahitan sol disepatunya...
Diberikan kepada janda miskin yang harus bermandikan keringat darah untuk menghidupi anak-anaknya ...
Jangan-jangan cuma nafsu yang membuat kita berulang-ulang "mencari Tuhan" sementara ada " perintah Tuhan" di dekat kita tak kita hiraukan...
Ah penyakit haji berkali-kali....
Simpati, Empati, semua mengarah kepada perhatian kita untuk orang lain.
"Saya mengerti perasaan anda", itu simpati dan ketika kita berkata "saya merasakan apa yang anda rasakan", itu empati yang tentunya terwujud dengan sikap dan perilaku kita.
Keduanya penting karena ketika kita memilki rasa itu maka kita bukan termasuk orang yang ber EQ rendah
Ketika Kita bersimpati dan berempati terhadap orang lain maka hubungan kita akan meningkat dan menghasilkan saling pengertian, loyalitas dan kedamaian.
Kepekaan kita akan terasah, sikap kita akan selalu terkontrol sehingga bila kita sebagai seorang atasan kita akan memilki loyalitas dari bawahan kita, bila kita memilki atasan maka kita akan mendapatkan kepercayaan dari mereka, bila kita suami / istri maka hubungan kita akan selalu terjaga.
Jadi mulailah bersimpati dengan empati, lihat sekeliling kita asah kepekaan kita agar kita menjadi orang-orang yang disukai dan selalu dirindukan.
4 karakter pemecahan masalah, problem solving character
Posted by Super baby Labels: Kesuksesan, PerilakuMotivasi-jiwa.blogspot.com,
Orang yang bermasalah adalah orang yang mengatakan,
"Saya tidak memiliki masalah!"
Setiap orang pasti memiliki masalah karena keterbatasannya sebagai manusia.
Ada 4 karakter orang ketika menghadapi sebuah masalah,
1. Si putus asa,
tipe orang yang sudah menyerah sebelum bertanding, hidupnya dipenuhi pesimisme dan jauh dari nilai-nilai positif, baginya hidup seperti sebuah kaset yang diputar berulang-ulang, monoton, dan ketika bertemu masalah karakter atau tipe seperti ini cenderung tidak memiliki solusi.
2. Si penyalah
Ketika masalah menghampiri maka baginya itu disebabkan oleh orang lain atau hal lain, menyalahkan orang lain atau lingkungan beserta sistem merupakan kegemaran tipe ini, tidak ada solusi yang muncul darinya, hanya hujatan dan kritik yang berlebihan.
3. Si burung onta
Sedikit lebih baik dari si putus asa, tipe burung onta lebih memilih tidak menghadapi masalah, si penghindar, orang dengan motivasi rendah. Baginya penyelesaian masalah adalah dengan menghindari dan bersembunyi di tempatnya yang nyaman dan aman. Karakter pengecut dan enggan bersosialisasi biasanya menjadi ciri orang-orang seperti ini.
4. Si pemecah kenari
Si pemecah masalah, penuh inovasi dan senang menghadapi tantangan, berusaha semaksimal mungkin menghadapi masalah dan mencari penyelesaian yang baik, meski berakhir dengan kondisi yang tidak diinginkan.
Orang-orang pemecah kenari berusaha mencari solusi dengan sistematis ataupun dengan cara sederhana, orientasi mereka terhadap proses dengan hasil yang maksimal.
Bagaimana dengan kita? apakah ketika masalah yang kita temui membuat kita menjadi si putus asa? atau justru kita menyalahkan orang lain, bahkan Tuhan? atau kita lebih "menyembunyikan kepala" kita seperti si burung onta, atau kah sebagai pemecah buah kenari yang keras namun ketika isi dari buah tersebut dapat kita manfaatkan? mari kita mulai dari sekarang dengan sebuah langkah mudah, mulailah menghadapi masalah dengan senyuman, pikirkan bahwa tanpa masalah, kualitas hidup kita tidak akan bertambah, karena pedang yang bagus adalah yang paling kuat dan lama ditempanya.
Salam Sukses
Orang dengan sikap negatif selalu mengkritik,
Ada beberapa orang selalu mengkritik apa saja yang mereka temui, seakan-akan dimana saja berada segala hal tampak berseberangan dengannya. mereka akan selalu berada di posisi "oposisi", menjadi tandingan untuk segala hal.
memang kritik tetap diperlukan. Namun ketika setiap hal menjadi bahan untuk dikritik maka itu menjadi ciri orang negatif termasuk menunjukkan rendahnya EQ mereka. Mereka adalah kritikus karier.
Karakter orang negatif dalam mengkritik, mereka akan mengkritik seakan-akan memenangkan sebuah hadiah dalam kontes, mereka menemukan kesalahan pada setiap diri semua orang dalam situasi apapun. Kita sering menemui orang-orang seperti ini ( semoga kita tidak termasuk kedalamnya ), mereka mengatakan kepada semua orang betapa buruknya suatu hal dan menyalahkan seluruh dunia terhadap apa yang menimpa mereka.
Orang-orang seperti ini merupakan penghirup energi, mereka akan berusaha tampak santai dengan menenggelamkan diri bersama berpuluh-puluh cangkir kopi atau batangan rokok, namun apapun yang mereka lakukan justru semakin menimbulkan tekanan yang besar terhadap diri mereka sendiri dan orang-orang disekitar mereka, mereka menularkan pesan-pesan negatif seperti wabah penyakit dan menjadikan lingkungan yang lembab menyuburkan tumbuhnya jamur-jamur perasaan negatif.
Orang negatif cenderung pesimis dengan sikapnya :
- menghabiskan kebanyakan hidupnya dengan mengeluh
- mencari yang retak dari cermin kehidupan
- tidak melihat donatnya tapi lubangnya
- memikirkan resiko daripada manfaat
- mengharapkan hal-hal buruk bahkan menciptakannya
- melihat usaha orang lain yang separuh sukses adalah separuh kegagalan
- membuat seribu alasan untuk sebuah tindakan yang sebenarnya mudah untuk dilakukan
- akan berkata " itu hanya kebetulan" ketika kesuksesan digapai oleh orang lain
- "Apa saya bilang..." itu kata mereka ketika kegagalan menimpa orang lain
Malam itu, pulang dari shift malam, sekitar jam 11 malam.
Keinginan untuk segera sampai ke rumah membuatku memacu motorku dengan kencangnya.
Namun tiba-tiba aku dikejutkan dengan munculnya cahaya lampu putih motor didepan-ku, secara reflek segera kuinjak rem motor-untung tidak terjatuh!!. namun aku cukup kaget bercampur kesal, karena ternyata motor yang kukira bergerak menujuku ternyata lampu rem sebuah motor-yang kebetulan lampu malamnya koit- berwarna putih karena mika lampunya diganti oleh empu-nya menjadi putih!
Mungkin kita sering menjumpai banyak motor yang di"modifikasi", ada yang di"ceper"-in, dijangkungin, digendutin, dikurusin, atawa lain sebagainya.
Atas nama kreatifitas dan "kepuasan" berbagai cara dilakukan dengan tidak mengeluarkan biaya yang sedikit bahkan jutaa-n rupiah keluar, tentunya tidak ada masalah dengan hal tersebut selama masih dalam batasan standar dan tidak mengganggu atau membahayakan.
Seperti kasus diatas, terkadang modifikasi tersebut tidak memikirkan efek bagi orang lain, lampu rem yang diubah menjadi putih selain tidak memenuhi standar keselamatan juga sangat mengganggu orang yang berada di belakangnya.
Mungkin sebagian kita masih mengganggap itu adalah hal yang keren, cool, atau kita tidak peduli sama sekali, tetapi perlu diingat bahwa hal tersebut dapat mencelakaan orang lain.
Ketika tindakan yang kita lakukan membuat orang lain tidak nyaman dan kita tidak peduli dengan hal tersebut maka ada penyakit dalam hati kita, yang mana salah satu penyebab penghalang sebuah kesuksesan. Karena ketika kita ingin dihargai oleh orang lain maka yang pertama kita lakukan adalah menghargai orang lain.
Banyak hal yang mungkin kita sadari atau tidak, seringkali tindakan kita membuat orang sekeliling kita menjadi tidak nyaman, maka sifat itu akan mendasari setiap tindakan kita sehingga kita menjadi sebuah pribadi yang tidak disukai, pribadi yang tidak peduli dengan perasaan orang lain.
Seperti merokok di tempat umum dan tidak peduli dengan asapnya, mengubah knalpot bersuara meraung-raung yang membuat bangun bayi tetangga, atau mengirim e-mail spam yang membuat jengkel penerimanya.
So, mulai dari sekarang posisikan kita menjadi orang lain terhadap tindakan kita, sukakah kita? terganggukah kita? maka dengan cara tersebut kita mampu menjadi pribadi yang disukai dan tentunya sebuah kesuksesan akan dengan mudah kita gapai.
Tanpa merasa terrsinggung, atau sekurang-kurangnya tanpa menunjukkan bahwa dia tersinggung, dengan tenang Henri Ford menjawab,”Mungkin Anda benar bahwa saya memang bodoh. Itulah sebabnya saya memperkerjakan orang-orang yang pintar seperti anda untuk menjadi pembantu saya yang bodoh seperti ini.” Tak jelas apakah memang Henri Ford Bodoh; yang jelas ia bijaksana.
Banyak orang mudah terpancing emosinya gara-gara ucapan orang lain, padahal kata-kata dan ucapan orang lain tidak bisa merusakkan harga diri kita . Kitalah sebenarnya yang merusakkan harga diri kita dengan membiarkan kata-kata dan perbuatan orang lain mengganggu pikiran serta hidup kita. Celakanya, ada yang bahkan menyimpan hal ini hingga bertahun-tahun lamanya, bahkan ada yang membawanya hingga ke liang kubur!
Buat Anda yang mudah merasa terluka, sensitif dan gampang terbangkitkan kemarahan serta kejengkelannya oleh sikap dan kata-kata orang lain, ingatlah prinsip berikut :
“ Jika ucapan itu tidak keluar dari pikiran saya, jika tidak keluar dari mulut saya, jika bukan dari sikap saya, atau jika bukan dari perilaku saya, jelaslah bahwa itu BUKAN SAYA!
Perhatikanlah konteks berikut ini. Misalnya ada atasan, yang karena kesalahan Anda tiba-tiba mengatakan,”Bodoh, Goblok, otak udang”, Perhatikanlah bahwa kata “Bodoh”, “Goblok”, dan “Otak Udang” itu keluar dari pikiran atasan Anda. Itu juga keluar dari mulut atasan Anda, kata-kata itu adalah hasil pikirannya sendiri. Anda samasekali tidak terlibat merumuskan bahwa Anda memang”Bodoh”, “Goblok” dan “Otak Udang”. Artinya hanya atasan Anda yang berkata demikian, tapi itu bukanlah diri Anda yang sebenarnya. Itu hanya pendapat atasan Anda. Itulah opininya. Dan hak dia untuk mengatakan demikian.
Tapi Anda punya hak lain, yakni hak untuk mengatakan bahwa karena itu keluar dari pikiran dan ucapan atasan Anda, Anda berhak menolak apa yang dikatakannya. Itu tidak keluar dari pikiran dan ucapan Anda sendiri, jadi itu BUKAN DIRI ANDA.
Sekarang mari kita coba praktekkan. Misalkan, Anda menyerahkan suatu pekerjaan kepada atasan Anda, lantas hasil kerja itu dilemparkan kepada Anda sambil berkata,” Ini mah sampah!Dasar Otak Sampah!”. Apakah yang harus Anda katakan?
Ingatlah, kata-kata orang lain tidak mungkin melukai Anda jika Anda tidak mengijinkannya. Sesungguhnya, Anda-lah yang memegang kendali atas dampak dari ucapan orang lain pada diri Anda. Bukankah ini sesuatu yang luar biasa?!
Sesungguhnya Anda ibarat mempunyai suatu selubung yang menjadi perisai. Sebelum peluru-peluru yang berisi makian, kritikan serta hinaan masuk kedalam diri Anda , Anda-lah yang memutuskan apakah makian, kritikan, serta hinaan itu memang benar dan sepantasnya, atau sebaliknya. Karena itu, Anda-lah yang memutuskan apakah itu diterima atau ditolak.
Dengan demikian, jika ada orang yang mengatakan sesuatu yang tidak benar atau tidak tepat ataupun tidak Anda setujui, Anda berhak memutuskan untuk tidak memberikannya ijin masuk ke ruang selubung perisai itu dengan hanya berkata,”NO”.
Bahkan Kalaupun Anda terima, Anda pulalah yang memutuskan apakah itu akan membuat Anda depresi atau tetap biasa-biasa saja.
Jika Anda termasuk yang mudah tersinggung, kesimpulannnya ada tiga. Pertama, Anda terlalu peduli terhadap yang dikatakan orang. Kedua, bisa jadi Anda sendiri sebenarnya tidak mempunyai harga diri yang mantap. Dengan demikian Anda menjadi mudah tersinggung. Ketiga, Anda tidak mempunyai gambaran yang jelas mengenai mana yang tepat dan mana yang tidak tepat.
Setiap kali orang mengatakan sesuatu, misalkan sebuah kritikan, ujilah itu, jika tepat, katakan terima kasih dan mintalah untuk menjelaskan lebih detil kritikannya. Jika ternyata tidak katakan saja dalam hati,”Dia tidak paham. Dan saya tahu dia salah!”Anda tidak perlu membalasnya.
Di masa yang akan datang, sementara orang masih marah, jengkel, kecewa serta larut dalam duka yang dalam karena dikecewakan dan terhina, atau bahkan dendam dengan ucapan orang, Anda sudah melupakan kejadian seperti itu, bangkit serta bergerak mewujudkan hidup, kerja dan cita-cita yang Anda impikan. Betapa menyenangkan mengetahui bahwa hidup Anda ada dalam kendali Anda.
Be emotionally intelligent!!
Trims dan salut untuk buku sumber :
SMART EMOTION - volume 1 : Membangun kecerdasan emosi
Anthony Dio Martin
PT GRAMEDIA Pustaka Utama,2006
Di akhir zaman ramai orang
Pergi Haji tiada pahala
Bahkan apa yang mereka dapat
Ialah dosa-dosa….
(Senandung NAsyid Nada Murni)
Seorang Laki-laki mengunjungi Bisyr Ibn al-Harits untuk berpamitan haji. Ia berkata,”Aku berniat pergi haji, adakah sesuatu yang hendak Anda perintahkan kepadaku untuk dikerjakan?”
“Berapa banyak yang Anda sediakan untuk bekal?” Tanya Bisyr.
“Dua Ribu dirham.”
“Apa yang menjadi tujuan Anda berangkat haji kali ini? Apakah karena zuhud terhadap dunia, atau untuk melepas kerinduan kepada Baitullah, ataukah demi meraih keridhaan-Nya?
“Demi meraih ridha ALLAH,” kata laki-laki itu mantap.
“sekiranya Anda dapat meraih keridhaan ALLAH, sementara anda tetap tinggal di rumah Anda, dengan menginfakkan dua ribu dirham dan anda merasa yakin akan meraihnya, apakah Anda bersedia melakukannya ?” Tanya Bisyr.
“Ya.”
“Kalau begitu, pergilah dan berikanlah uang Anda itu untuk menolong sepuluh jiwa; seorang yang terbebani hutang, agar ia membayar hutangnya dengan harta yang engkau berikan; seorang miskin, agar ia dapat memperbaiki keadaannya; seorang kepala keluarga yang dibebani banyak anak; dan seorang pengasuh anak yatim, agar dapat menggembirakan si yatim yang diasuhnya. Sekiranya hati anda cukup kuat untuk memberikan uang itu kepada satu orang saja diantara mereka lakukanlah! Sungguh perbuatan anda mendatangkan kegembiraan di hati seorang muslim, menolong orang yang dalam penderitaan, membantunya keluar dari kesusahannya dan menolong orang yang lemah; semua itu jauh lebih utama daripada ibadah haji seratus kali, setelah hajjatul Islam (haji yang diwajibkan sekali seumur hidup).”
Bisyr Ibn al-Harits kemudian berkata,” kini pergilah dan infakkan uang bekal anda itu, sebagaimana yang telah kuperintahkan kepada Anda. Atau kalau tidak ungkapkan isi hati Anda sekarang juga!.”
Laki-laki itu termenung sebentar, lalu berkata,” Wahai Abu Nashr (panggilan Bisyr Ibn al-Harits) niat kepergian berhaji tetap lebih kuat dalam hatiku.”
Mendengar jawaban itu, Bisyr tersenyum dan berkata kepadanya,”Memang apabila harta diperoleh melalui kotoran perdagangan atau syubhat, tertariklah hati untuk memenuhi keinginan hawa nafsu, dengan menampakkan dan menonjolkan amal-amal saleh (agar dapat diketahui oleh orang banyak). Sedangkan ALLAH SWT telah bersumpah demi diri-Nya sendiri, bahwa Ia tidak akan menerima amalan selain amalan orang-orang yang bertakwa.”
Seperti laki-laki yang datang menemui Bisyr Ibn al-Harits, banyak diantara kita yang berulangkali menunaikan ibadah haji setelah Hajjatul-Islam,padahal tidak ada alasan syar’i. mereka berangkat haji bukanlah mencari ridha ALLAH, tetapi hanya untuk mengobati jiwanya yang gersang. Mereka ingin mendapatkan pengalaman eksotis dengan menangis di tanah suci, lalu mengira bahwa yang demikian itu merupakan pencerahan ruhani. Mereka menghabiskan uang yang sangat besar jumlahnya, sementara banyak urusan kaum muslimin yang tidak bisa berjalan karena tak ada dana yang bisa menopang. Lebih mengenaskan lagi, ada yang menunaikan Hajjatul-Islam, tetapi sebenarnya mereka belum terkenai kewajiban. Mereka berangkat ke tanah suci, tetapi tangannya terkotori oleh harta yang sebenarnya merupakan hak dari orang-orang yang menjadi tanggungannya, misalnya orangtuanya yang miskin. Alhasil ia berangkat ke tanah suci dengan airmata, bukan karena haru, tetapi airmata kesedihan pengantarnya karena ada yang terbengkalai, tidak terurusi. Mereka inilah yang menangis di tanah suci, tetapi kembali dengan jiwa yang gersang dan hati yang kosong.
Saya teringat dengan Ibnu Mas’ud RA , sahabat Nabi SAW ini pernah berkata,”DI akhir zaman akan bertambah banyak orang pergi haji tanpa sebab tertentu. Perjalanan kesana sangat dimudahkan bagi mereka, dan rezeki mereka pun dilapangkan, namun mereka pulang dari sana dalam keadaan kosong dari pahala dan terlepas dari kebaikan, dan adakalanya seorang dari mereka diperosokkan oleh ontanya di padang pasir dan belantara, sementara tetangganya sendiri dalam kesusahan, tidak diberinya pertolongan.”
Membuka Jalan Kesurga, Menyempurnakan Nikmat Mmenuju Hidup Penuh Rahmat
Mohammad Fauzil Adhim
Pustaka Inti Oktober 2004
Alkisah di sebuah hutan tampak seekor kera kecil sedang memanjat pohon, tiba-tiba datanglah Angin Utara dan Angin Selatan. Angin Utara berkata" Lihatlah anak kera itu, marilah kita berlomba siapa yang dapat menjatuhkan anak kera itu dari pohon!"
"Oke mari kita coba!" Angin Selatan menjawab.
Angin Utara dengan kencangnya mulai meniup anak kera tersebut, kera kecil langsung berpegang erat di pohon tersebut sehingga sulit bagi sang Angin untuk menjatuhkannya.
Kini tiba giliran Angin Selatan, dengan pelannya ia meniup si kera tersebut.
"Ha..ha.. dengan angin kencang saja ia tidak bisa jatuh bagaimana dengan tiupan seperti itu" ejek Angin Utara.
Angin Selatan diam saja, ia terus meniup dengan angin sepoi-sepoi sehingga tampak anak kera tersebut menjadi mengantuk, dan tak lama kemudian si anak kera tersebut tertidur dan jatuhlah ia ke tanah.
"Terkadang kelembutan dan pendekatan justru lebih mampu memecahkan persoalan dibandingkan kekerasan dan penekanan yang berlebihan"
Berpikir positif menghasilkan emosi positif
Posted by Super baby Labels: Karier, Kesuksesan, PerilakuSeorang ibu memiliki dua orang anak; yang satu bekerja sebagai penjual payung dan yang satu bekerja sebagai penjual eskrim, setiap tahun sang ibu menangisi anaknya karena ia merasa ketika musim hujan datang maka anaknya yang berjualan eskrim tentunya akan kesulitan menjajakan dagangannya dan ketika musim kemarau tiba ia meratapi nasib anaknya yang berjualan payung karena akan sulit menjajakan payung di musim kemarau.
Persepsi negatif kita terhadap suatu hal akan membuat kita memandang segala sesuatu dari sisi negatif dan tentunya akan mempengaruhi emosi dan sikap kita selanjutnya.
Seandainya sang ibu tersebut mau berpikir positif tentunya setiap tahun ia justru bahagia karena sesunggunhnya ketika musim hujan tiba tentunya sang anak penjual payung akan laku keras, begitu juga ketika musim kemarau tentunya anaknya yang berjualan eskrim akan menangguk untung. begitulah cara kita seharusnya menghadapi persoalan hidup ini, dengan kacamata positf thingking. Karena sesungguhnya yang menggerakkan kita adalah perasaan-perasaan positif tersebut sehingga apapun rintangan dan tantangan akan mudah kita hadapi.
Be emotionally intelligent! Positive thinking!
Pernah mendengar kisah seorang bapak yang menuntun keledai dengan anaknya?
Dahulu kala terkisah seorang bapak yang sedang menaiki keledai bersama anaknya kemudian mereka melewati sebuah perkampungan, bertemulah mereka dengan sekumpulan orang yang sedang asyik minum di sebuah kedai.
"Alangkah kejamnya mereka! keledai itu mereka naiki berdua!"
Demi mendengar perkataan orang tersebut sang ayah berkata,"Nak kamu saja yang naik, ayahmu tidak enak mendengar perkataan orang tadi"
Berjalanlah mereka dengan sang ayah berjalan disamping sambil menuntun kedelai yang dinaiki oleh anaknya.
Tanpa terasa mereka melewati kerumunan orang di pasar, berkatalah salah satu dari mereka'
"Lihat, anak yang durhaka, si ayah disuruhnya berjalan sementara ia asyik menaiki keledainya!"
Demi mendengar hal tersebut sang anak berkata,"Ayahku lebih baik ayah saja yang duduk disini biarlah aku berjalan saja"
Berlanjutlah perjalanan mereka, tak lama kemudian mereka melewati sekumpulan ibu-ibu yang sedang sibuk mencuci di sungai.
"Lihatlah, Ayah yang kejam, dia asyik menaiki keledainya sementara anaknya disuruhnya jalan!"
"Nak lebih baik kita tidak usah menaiki keledai ini mungkin kita tuntun saja" sang ayah berkata kepada anaknya sambil turun dari punggung keledai tersebut.
Tak berapa lama sampailah mereka ke tempat tujuan, ke rumah kerabatnya.
"Apakah kalian menuntunnya dari rumah sampai kesini? alangkah bodohnya kalian mengapa kalian tidak menaiki saja keledai ini, tampaknya ia cukup kuat"
Sebuah hikmah yang dapat kita ambil adalah bahwa lakukanlah menurut kita yang terbaik harus kita lakukan kalaupun ada kritik ataupun pendapat dari banyak orang perhatikan bahwa tidak semua pendapat itu harus kita ikuti karena tidak semua orang memiliki pandangan yang sama..
Di suatu lomba atletik seorang pelari dengan kesalnya mengatakan bahwa kekalahannya hari itu karena penonton yang begitu berisik dan ada salah satu pelari lain yang menyentuh tangannya ketika lomba.
"pasti ia sengaja, ingin rasanya saya memukulnya, karena itulah saya kalah!"
Sang pelatih yang mendengarnya memanggilnya
"kemarilah akan saya tunjukkan sesuatu.."
kemudian sang pelatih menggambar sebuah garis di pasir.
" seandainya garis ini adalah garis dari lawanmu, coba bagaimana caramu agar garis lawanmu ini menjadi lebih pendek?"
dengan semangat pelari tersebut mengatakan" Itu sangat mudah! saya akan menghapus garis lawan ini" sambil menghapus sebagian garis tersebut sehingga menjadi lebih pendek.
Sang pelatih dengan tenang berkata "itulah masalahmu, di setiap kompetisi yang kamu fokuskan adalah 'bagaimana memperpendek' atau menjatuhkan lawan bukan 'memperpanjang garismu', seharusnya panjangkan garismu dan tentunya garis lawanmu akan menjadi lebih pendek"
Menghadapi persaingan ada bebearap tips yang dapat kita pertimbangkan :
1. Apakah kelebihan dari pesaing kita? pikirkanlah apa kelebihan mereka terhadap kita dan akuilah!
2. Kemudian tanyakan pada diri kita apakah kelebihan yang mungkin kita miliki dibanding pesaing kita? kelebihan itulah yang harus kita tingkatkan bukan mencari kelemahan lawan.
3. Tanyakan pada diri kita sejauh mana kelebihan pesaing kita dapat meningkatkan kinerja kita untuk mencapai hal yang lebih baik.
Ingat! satu-satunya cara untuk mengalahkan pesaing kita adalah membuat kemampuan kita menjadi lebih baik dan tak tertandingi!
Selama itu ia terdiam seribu basa. Sang anak menggereget gigi, tak Sabar menunggu dan heran dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya. Dua puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api. Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring. Kemudian ia mengambil telur dan meletakkanya pada piring yang sama. Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga.
