Motivasi-jiwa.blogspot.com,
Ketika kita membutuhkan informasi, kita segera mencari di internet dan terkadang menemukan apa yang kita cari , baik informasi, tutorial atau tip yang bermanfaat.
Kata-kata/tulisan yang menggugah hatipun terkadang mampu mengobati kondisi jiwa kita.
Nah pertanyaannya apakah kita sudah menyatakan bentuk terima kasih kita?
Saya pribadi, jika menemukan ada website, blog atau postingan yang bermanfaat saya melakukan beberapa hal sebagai tanda terima kasih saya...
1. Membagikan link tersebut ke teman, saudara atau orang lain...
2. Mencoba mencari apakah di halaman web/blog tersebut ada iklan? jika ada sesekali saya akan mencoba mengklik iklan tersebut.
3. JIka ingin mengcopy untuk dibagikan atau dimuat ulang, buatlah link nara sumber ( mohon maaf jika ada artikel di motivasi-jiwa.blogspot.com ini ada yg tidak ada link, biasanya artikel itu ditemukan di beberapa tempat seperti hardisk atau milis yang tidak menyebutkan sumbernya )..jadi jika ada yang merasa artikelnya dipakai silahkan komplain di comment.
Nah jika anda melihat ada support area, coba saja klik, jika anda benar-benar mendapatkan manfaat tidak ada salahnya memberikan support misalkan mentransfer uang, paypal atau hal lain yang diminta si pemilik web....
Selamat bersurfing ria!!!
KATA BIJAK HARI INI...
Anonim
-----------------------------------------------------------------------
Motivasi-jiwa.blogspot.com,
Hmm Idul Adha Tiba, hiruk pikuk berita naik haji di media penuh cerita..
Ada yang tidak kebagian kuota, ada yang tidak jadi berangkat...
Sebenarnya, seandainya, kita semua mau meneladani Rasulullah, cukuplah haji sekali saja..
Mungkin benar yang dikatakan ulama, jangan-jangan bukan syariat yang dikejar, tetapi "Wisata Ruhiyah" saja yang ingin dicapai.
sekedar mengiisi kekosongan jiwa, kerinduan sesungguhnya seharusnya berwujud kepada hal yang lebih dicintai ALLAH...
Alangkah indahnya, sekiranya ongkos naik haji kedua, ketiga dst.. itu diberikan kepada tetangga yang terlilit hutang, kepada sanak yang susah makan, kepada anak yatim yang terputus sekolah karena sekolah jadi ajang bisnis sedangkan ia hanya punya uang yang cukup untuk menambah jahitan sol disepatunya...
Diberikan kepada janda miskin yang harus bermandikan keringat darah untuk menghidupi anak-anaknya ...
Jangan-jangan cuma nafsu yang membuat kita berulang-ulang "mencari Tuhan" sementara ada " perintah Tuhan" di dekat kita tak kita hiraukan...
Ah penyakit haji berkali-kali....
Motivasi-jiwa.blogspot.com,
Alkisah di sebuah kerajaan, seorang Raja memanggil ke 3 putranya, ia mengatakan kepada ketiga putranya bahwa ia akan segera mewariskan tahtanya, namun ia ingin ketiga putranya membuktikan terlebih dahulu kepadanya bahwa mereka mampu untuk memimpin negaranya...
"Pergilah kalian ke daerah yang sudah aku tentukan, lalu bawalah benih ini untuk kalian tanam, setelah 1 tahun kedepan tolong sampaikan hasilnya kepadaku, mereka yang paling memuaskan hasilnya akan kujadikan penggantiku"
Akhirnya ketiga putra raja tersebut segera menuju daerah yang sudah di perintahkan oleh sang Raja, lalu setahun kemudian kembalilah ketiganya dengan membawa hasil panen buah-buahan yang melimpah.
"Bagaimana hai putra sulungku apakah hasilnya?"
Dengan bangganya sang putra sulung menyampaikan sebuah kereta penuh buah, " ini ayahanda, hasil dari usaha hamba, dari benih yang ayahanda berikan"
Tak lama kemudian putra keduapun menyampaikan berkotak-kotak buah dengan senyum penuh kemenangan, " lihatlah ayah, ini buah-buahku lebih besar dan ranum".
Tibalah dengan si bungsu, wajahnya nampak penuh ketakutan , sang Raja bertanya,"Mana hasilmu hai putraku?"
"Maafkan putramu ini wahai ayah, benih-benih yang ayahanda berikan sudah kucoba kutanam dan kuberi pupuk, namun entah kenapa tidak tumbuh, hamba sudah berusaha namun ternyata tidak tumbuh bahkan tunaspun tidak, ampuni anakmu yang telah gagal ini.."
Sang Raja tesenyum,"Tidak, sesungguhnya kamulah yang pantas menjadi raja, karena seharusnya benih-benih tersebut tidak akan tumbuh karena aku telah merebusnya terlebih dahulu, karena kejujuranmu maka engakulah yang layak untuk menggantikanku"
Sebuah pelajaran kejujuran yang seharusnya menyertai kita, menyertai langkah kehidupan kita, sehingga yakinlah bahwa ketidak jujuran akan membawa kita kepada kegagalan..